Kebudayaan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu selaras dengan dinamika masyarakat pendukungnya. Munculnya perubahan kebudayaan dapat terjadi akibat faktor-faktor internal yang muncul dari dinamika yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat pendukung kebudayaan itu sendiri atau akibat pengaruh yang berasal dari luar masyarakat itu 1 . Faktor internal yang mengakibatkan perubahan kebudayaan adalah terjadinya perkembangan pola pikir, kebiasaan, pandangan hidup serta berbagai kepentingan kelompok manusia di dalam wadah komunitas masyarakat yang menjadi pendukung kebudayaan itu. Adapun faktor eksternal perubahan kebudayaan terjadi sebagai akibat terjadinya penyebaran kebudayaan dari individu ke individu lain dalam satu masyarakat atau dari suatu masyarakat ke masyarakat lain dalam wacana difusi kebudayaan 2 . Kebudayaan Banyumas yang semula berkembang di lingkungan masyarakat yang berpola kehidupan tradisional-agraris, pada gilirannya tidak lepas dari perubahan-perubahan seiring de...
Martawireja (wawancara:12-12-2001) menerangkan bahwa brenong kepang yang dibawa oleh peraga begalan utusan pihak pengantin pria memiliki makna simbolis yang sangat berguna bagi kedua mempelai dalam menjalani hidup berumah tangga. Makna simbolis masing-masing alat atau properti adalah sebagai berikut: a. Ian Ian adalah alas untuk mendinginkan nasi (angi) terbuat dari bambu berbentuk bujur sangkar. Di dalam begalan alat ini menggambarkan jagad gumelar (makro kosmos) yang memiliki padon papat (empat arah mata angin) yaitu timur, barat, utara, dan selatan. Manusia yang diberi karunia cipta, rasa, dan karsa harus mampu memelihara jagad gumelar, yaitu alam semesta beserta isinya agar kehidupan di dunia dapat lestari, aman, tenteram dan damai. Bagi masyarakat Banyumas alam semesta merupakan bagian dari kuasa Gusti kang asipat tan kena kinayangapa (tidak dapat digambarkan) yang memiliki kuasa anglimputi alam sakalir (meliputi dunia seisinya). Memelihara dunia dan seisinya merupakan...
oleh Yus Wong Banyumas Kembang Glepang lebih dikenal sebagai nama gendhing gagrag Banyumas. Aransemen musikalnya sangat pendek dan sederhana. Hanya berbentuk lancaran yang terdiri dari tiga gongan (baris) dan sajiannya tidak cyclic (berulang) seperti umumnya gendhing Jawa. Setiap satu kali rambahan (putaran) selesai maka gendhing akan berhenti. Hal ini disebabkan gendhing Kembang Glepang pada prinsipnya merupakan bentuk guritan (puisi Jawa). Isi guritan pada gendhing Kembang Glepang berupa persahabatan dua orang (pria dan wanita) yang saking akrabnya menjadi seperti saudara. Nama “kembang glepang” pada guritan diambil dari nama sejenis rumput yaitu rumput Glepang. Jenis rumput ini biasa tumbuh di pekarangan atau tegalan yang dianggap tidak bermakna. Sehingga sudah pasti dicabut karena dianggap sebagai rumput pengganggu tanaman inang. Guritan ini menggambarkan seseorang yang merasa tidak bermakna dalam pergaulan. Keduanya bertemu dan merasa saling membutuhkan s...
Artise (Karisah) neng ngarep dewek
ReplyDelete