Martawireja (wawancara:12-12-2001) menerangkan bahwa brenong kepang yang dibawa oleh peraga begalan utusan pihak pengantin pria memiliki makna simbolis yang sangat berguna bagi kedua mempelai dalam menjalani hidup berumah tangga. Makna simbolis masing-masing alat atau properti adalah sebagai berikut: a. Ian Ian adalah alas untuk mendinginkan nasi (angi) terbuat dari bambu berbentuk bujur sangkar. Di dalam begalan alat ini menggambarkan jagad gumelar (makro kosmos) yang memiliki padon papat (empat arah mata angin) yaitu timur, barat, utara, dan selatan. Manusia yang diberi karunia cipta, rasa, dan karsa harus mampu memelihara jagad gumelar, yaitu alam semesta beserta isinya agar kehidupan di dunia dapat lestari, aman, tenteram dan damai. Bagi masyarakat Banyumas alam semesta merupakan bagian dari kuasa Gusti kang asipat tan kena kinayangapa (tidak dapat digambarkan) yang memiliki kuasa anglimputi alam sakalir (meliputi dunia seisinya). Memelihara dunia dan seisinya merupakan...
oleh Yus Wong Banyumas Kembang Glepang lebih dikenal sebagai nama gendhing gagrag Banyumas. Aransemen musikalnya sangat pendek dan sederhana. Hanya berbentuk lancaran yang terdiri dari tiga gongan (baris) dan sajiannya tidak cyclic (berulang) seperti umumnya gendhing Jawa. Setiap satu kali rambahan (putaran) selesai maka gendhing akan berhenti. Hal ini disebabkan gendhing Kembang Glepang pada prinsipnya merupakan bentuk guritan (puisi Jawa). Isi guritan pada gendhing Kembang Glepang berupa persahabatan dua orang (pria dan wanita) yang saking akrabnya menjadi seperti saudara. Nama “kembang glepang” pada guritan diambil dari nama sejenis rumput yaitu rumput Glepang. Jenis rumput ini biasa tumbuh di pekarangan atau tegalan yang dianggap tidak bermakna. Sehingga sudah pasti dicabut karena dianggap sebagai rumput pengganggu tanaman inang. Guritan ini menggambarkan seseorang yang merasa tidak bermakna dalam pergaulan. Keduanya bertemu dan merasa saling membutuhkan s...
Pedahuluan Kampi adalah nama yang sangat dikenal oleh masyarakat di daerah Banyumas dan sekitarnya sebagai seorang lengger populer. Popularitas itu bukan saja karena kecantikannya, tetapi juga daya tarik panggung yang dimilikinya berupa kualitas gerak tarian dan olah vokal yang dapat membuat decak kagum bagi siapapun yang menikmatinya. Dalam perjalanan kariernya sebagai seorang lengger, Kampi telah berhasil mengentaskan seni lengger dari sisi gelapnya yang selalu dikaitkan dengan nafsu birahi lelaki hidung belang, bahkan prostitute terselubung. Dengan virtousitasnya pula, Kampi telah menempatkan seni tari rakyat ini sebagai cabang kesenian yang pantas dihargai sebagai sajian karya seni. Kampi adalah generasi kesekian dari perjalanan tradisi lengger di Banjarwaru yang berhasil keluar dari bayang-bayang popularitas Kunes 1) yang telah terlebih dahulu dikenal meluas oleh masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Kampi dan Kunes memang berasal dari dua tempat yang berbeda. Kampi berasal da...
Artise (Karisah) neng ngarep dewek
ReplyDelete