Friday, December 26, 2008

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS: PAKELIRAN KIDUL GUNUNG

Pakeliran Kidul Gunung; pakeliran wayang kulit purwa gagrag Banyumas yang merupakan imbas dari pakeliran wayang kulit gagrag Mataram (sebelum berkembangnya gaya Surakarta-Yogyakarta). Salah satu spesifikasinya adalah menggunakan jenis wayang kulit Kidang Kencanan (memiliki bentuk lebih kecil dari wayang pada umumnya). Setelah perjanjian Giyanti, dengan berdirinya Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat, pakeliran gaya Mataram tidak lagi berkembang di lingkungan kraton. Kemudian gaya Mataram berkembang di luar tembok kraton, khususnya di wilayah Kedu dan sekitarnya, menjadi gagrag Kedu. Imbas dari perkembangan gagrag Kedu di wilayah Banyumas adalah lahirnya gaya Pesisiran (selatan) yang kemudian disebut pula gagrag Kidul Gunung. Hingga saat ini pakeliran Kidul Gunung masih berkembang di desa Bangsa, kecamatan Kebasen, kabupaten Banyumas.

Pakeliran Kidul Gunung; pakeliran wayang kulit purwa gagrag Banyumas yang merupakan imbas dari pakeliran wayang kulit gagrag Mataram (sebelum berkembangnya gaya Surakarta-Yogyakarta). Salah satu spesifikasinya adalah menggunakan jenis wayang kulit Kidang Kencanan (memiliki bentuk lebih kecil dari wayang pada umumnya). Setelah perjanjian Giyanti, dengan berdirinya Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat, pakeliran gaya Mataram tidak lagi berkembang di lingkungan kraton. Kemudian gaya Mataram berkembang di luar tembok kraton, khususnya di wilayah Kedu dan sekitarnya, menjadi gagrag Kedu. Imbas dari perkembangan gagrag Kedu di wilayah Banyumas adalah lahirnya gaya Pesisiran (selatan) yang kemudian disebut pula gagrag Kidul Gunung. Hingga saat ini pakeliran Kidul Gunung masih berkembang di desa Bangsa, kecamatan Kebasen, kabupaten Banyumas.

No comments: