Posts

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS

Untuk memenuhi kebutuhan pemahaman tentang ragam kesenian lokal Banyumas, pada kesempatan ini saya posting jenis-jenis kesenian khas Banyumas dalam 'Seri Kesenian Lokal Banyumas' dengan disertai keterangan-keterangan singkat. Sesungguhnya keterangan mengenai jenis-jenis kesenian ini belumlah memadai. Namun demikian saat ini dirasa sudah mendesak untuk dipublikasikan khasanah kesenian khas Banyumas, mengingat sebagaian di antaranya telah benar-benar punah. Oleh karena itu, pada kesempatan yang akan datang saya berusaha akan memberikan paparan tulisan yang lebih lengkap lagi dengan disertai foto-foto sesuai kebutuhan. Ragam kesenian tersebut yang saya tampilkan urut abjad, dimulai dari ragam seni pertunjukan dan dilanjutkan ragam seni rupa. Semoga keterangan yang sederhana ini dapat dijadikan sebagai awalan bagi penelitian-penelitian yang lebih serius, sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun eksistensi aneka ragam kesenian khas Banyumas yang ada.

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS: ABID

Abid: atraksi permainan obor diiringi genjring yang dipergunakan untuk menunjukkan kemampuan generasi muda santri di lingkungan kelompok pengajian atau pondok pesantren. Abid biasanya disajikan pada acara-acara hari besar Islam atau untuk keperluan khajatan. Hingga sekarang abid masih berkembang di wilayah kecamatan Patikraja, kabupaten Banyumas.

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS: AKSIMUDHA

Aksimudha; kesenian bernafas islami yang tersaji dalam bentuk atraksi pencak silat yang dipadu dengan tari-tarian dengan iringan terbang/genjring. Pertunjukan aksimudha dilakukan oleh delapan penari pria. Hingga sekarang aksimudha masih berkembang di wilayah kecamatan Tambak dan Cilongok, kabupaten Banyumas.

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS: ANGGUK

Angguk; kesenian bernafas islami yang tersaji dalam bentuk tari-tarian dengan iringan terbang/genjring. Pertunjukan angguk dilakukan oleh delapan orang pria. Menjelang akhir pertunjukan biasanya para pemain mengalami intrance. Hingga sekarang angguk masih berkembang di wilayah desa Somakaton, kecamatan Somagede, kabupaten Banyumas.

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS: ANGKLUNG

Angklung; perangkat musik bambu berlaras slendro. Spesifikasi angklung adalah setiap nada terpisah-pisah dalam rancak-rancak tersendiri. Satu rancak angklung biasanya terdiri dari tiga nada yang sama, yang dibedakan pada tinggi rendahnya. Hingga sekarang angklung masih berkembang di wilayah desa Tanggeran, kecamatan Somagede, kabupaten Banyumas.

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS: APLANG

Aplang; kesenian bernafas islami serupa dengan angguk, pemainnya terdiri atas delapan penari wanita. Hingga sekarang aplang masih berkembang di wilayah desa Kanding, kecamatan Patikraja, kabupaten Banyumas.

SERI KESENIAN LOKAL BANYUMAS: BARITAN

Baritan; upacara kesuburan dengan menggunakan kesenian sebagai media utamanya. Hingga saat ini ada dua macam baritan yaitu baritan yang digunakan untuk tujuan memanggil hujan dan baritan untuk keselamatan ternak. Untuk memanggil hujan biasanya digunakan berbagai macam kesenian yang ada seperti lengger, buncis atau ebeg. Adapun baritan untuk keselematan ternak biasanya menggunakan lengger sebagai media upacara. Di sini para pangon (penggembala) menari bersama penari lengger dengan terlebih menyerahkan dhadhung (tali pengikat ternak) dan selesai menari dapat mengambil dhadhung dengan terlebih dahulu memberikan sejumlah uang kepada penari lengger. Baritan biasanya dilaksanakan pada mangsa Kapat (sekitar bulan September). Hingga sekarang baritan masih berkembang di wilayah kecamatan Ajibarang, kabupaten Banyumas.